BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Antisipasi Penyebaran Virus PMK Terhadap Kelompok dan Peternak Sapi di Provinsi Sumatera Barat

SUMBAR | Direktorat Intelkam Polda Sumbar Bidang Ekonomi bersama dinas terkait melakukan kegiatan rutin terhadap kelompok/peternak sapi menjelang perayaan Idul Adha 1446H (kurban) sebagai bentuk kesiapan polri dan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak berkuku genap di Provinsi Sumatera Barat.

Pengawasan dan monitor perkembangan isu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus dilakukan oleh Polri dan pemerintam Provinsi Sumater Barat dengan cara memberikan himbauan kepada masyarakat, khususnya para peternak untuk melakukan langkah pencegahan sebagai antisipasi penyebarluasan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Beberapa langkah antisipasi dan pencegahan melalui himbauan kepada para peternak diantaranya untuk tidak memasukkan ternak baru, terutama dari daerah wabah serta membatasi lalu lintas orang yang keluar masuk lokasi kandang dan mlakukan isolasi khusus terhadap ternak yang terinfeksi dengan cara memberikan obat dan vaksin untuk memulihkan kondisi tubuh ternak.

 Melakukan penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kerja dengan disinfektan perlu dilakukan secara rutin, tidak menjual ternak yang sakit dan meningkatkan imunitas ternak dengan memperbaiki mutu pakan dan memberikan terapi supportif, obat hewan seperti vitamin dan mineral.

"Perlu diingat bahwa PMK bukan zoonosis, namun sangat mudah menular ke sesama hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan babi serta hewan berkuku belah lainnya.

Terkait PMK agar para peternak segera melaporkan kepada petugas peternakan setempat jika ada ternak yang menunjukkan gejala klinis mengarah pada PMK. Seperti muncul lepuh atau vesikel dan/atau erosi kulit di bagian hidung, lidah, bibir, di dalam rongga mulut baik di gusi maupun pipi bagian dalam, di sela kuku dan di ambing. Serta tandan-tanda  klinis lain yang sering ditemukan yakni demam sekitar 40°C, depresi, hipersalivasi atau keluarnya air liur secara berlebihan, penurunan nafsu makan dan berat badan serta produksi susu.

Peran serta dari para kelompok peternak untuk turut serta membantu mencegah penyebaran PMK dengan mengikuti petunjuk dan saran dari dinas terkait.

Posting Komentar

0 Komentar