BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Dikarenakan Prilaku Oknum Guru, Beberapa Orang Tua Murid Kelas 7 Demo ke SMPN 11 Kota Padang

Padang | Diduga adanya intervensi terhadap Siswa disekolah, kalau siswa tidak ada pamrih atau memberikan sesuatu terhadap Gurunya, yang bernama "N" jabatan sebagai Wali Kelas VII pada SMP ini. Dengan prilaku yang seperti ini menjadi bumerang dikalangan pelajar khususnya dilingkungan SMPN 11 Kota Padang ini.

Terhadap prilaku yang tidak pantasnya dilakukan oleh seorang Oknum Guru tersebut seperti kalau ada muridnya yang sering memberi selalu dipuji dan disanjung kapan perlu diajak bergembira ria dengannya dan bagi Muridnya yang tidak ada berkonstribusi kepadanya akan dikucilkan dan dari kawan kawannya.

Semenjak "N" jadi wali kelas banyak menimbulkan masalah yang bisa menjadi beban mental terhadap siswa karena telah sengaja melakukan hal yang tidak terpuji itu oleh Oknum, dengan sengajanya membedakan antara sesama siswa  yang sering memberi dengan siswa yang tidak ada konstribusinya kepada Oknum guru tersebut. 

Ada Salah seorang wali murid yang dihubungi lewat handphonenya yang tidak mau disebutkan namanya pada hari, Rabu tgl, 28-8-2024 menyampaikan pada awak  media ini bahwa anak saya  ketika menangis pulang dari sekolah ketika saya tanya akunya Orang tua, dia mengatakan saya tidak diperbolehkan ikut selfi dan fhoto bersama ibuk "N" di halaman sekolah dengan alasan  saya tidak ada menyumbang dalam rangka hari guru nasional, yang dipungut oleh sang guru tersebut 

Dengan sikap oknum guru yang tidak terpuji itu, anehnya lagi oknum guru "N" tersebut mengatakan pada muridnya bagi yang tidak menyumbang tidak boleh ikut untuk selfian fhoto bersama dengannya. Sangat memprihatikan sekali terhadap anak-anak yang kurang mampu, aneh sekali prilaku se orang guru yang seperti ini, disisi lain sudah ada iuran wajib yang dikenakan pada semua  siswa dikelas VII. Yang menyebabkan terjadinya komplain terhadap orang tua dan siswa pas diwaktu penerimaan tabungan masing-masing siswa.

Ada juga guru ini yang memanfaatkan untuk membeli tas dengan harga yang begitu fantastis yang dananya diambilkan dari sumbangan komite melalui pengurus yang sengaja diminta oleh seorang oknum guru melalui pengurus, yang sebenarnya menurut aturan tidak diperbolehkan uang komite sekolah dibebankan kepada Orang tua siswa atau wali muriid, kata salah seorang Orang tua Murid yang berekomi lemah yang berpenghasilan rendah atau secukupnya.

Prilaku  yang tidak terpuji seorang oknum  guru ini sudah disampai ketelinga Kepala Sekolah namun kepala sekolah acuh saja seolah-olah tidak adanya terjadi sutu persoalan dilingkungan sekolah yang ia pimpin, karena tidak adanya teguran terhadap guru yang bersangkutan, sehingga membuat guru terbuat berprilaku yang tidak baik terhadap muridnya. Yang akan menyebabkan tercorengnya nama baik ditingkat dunia  pendidikan.

Dengan adanya hal yang terjadi seperti ini awak media ini langsung menjumpai  Kepala Sekolah Arna Vera diruangan kerjanya pada hari Kamis, 29-8-2024.

Ketika di minta tanggapannya  mengatakan dengan lantang bahwa SMP 11 Kota Padang yang saya pimpin ini cukup baik dan aman-aman saja tidak adanya persoalan disekolah kita ini malahan awak media menanyakan masalah demo yang dilakukan oleh Orang tua muurid Kls 7 kesekolah ini, Arna Vera mengaku tidak tau kapan terjadi nya itu kok saya sebagai Kepala Sekolah tidak tau pungkas Arna Vera. 

Lanjut Arna Vera menyampaikan Terhadap pungutan  uang komite,  iuran untuk acara Ulang Tahun dengan jumlah yang ditetapkan, 150 ribu per siswa di kelas X, itu tidak benar kecuali kami hanya meminta sumbangan dengan menjalankan proposal terutama kepada Alumni-alumni SMPN 11 Kota Padang,  ada juga kepada Orang tua Wali murid mana tau  ada yang mau berpartisipasi untuk menyumbang ya kami terima dan tidak adanya patokan atau paksaan dari pihak sekolah. Kata Arna Vera mengakhiri pada awak media ini yang mewawancarainya.

Bersambung

Tim

Posting Komentar

0 Komentar